Meskipun Aku Cacat dan Memiliki "Ekor di Bokong", Tapi Aku Bisa Membelikan Rumah Baru untuk Ayah dengan Cara "Seperti Ini"!


Sebuah kisah mengharukan datangnya dari pria bernama Ding Zhuancheng. Ketika ia berusia 1 tahun, ia sudah ditelentarkan orangtuanya. Zhuancheng lahir dengan tubuh yang cacat karena ia mengidap penyakit hipoplasia.


Hipoplasia adalah penurunan jumlah sel yang nyata dalam jaringan yang mengakibatkan penurunan jaringan atau organ, akibatnya organ tersebut menjadi kerdil. Zhuancheng mengalami cacat di bagian kakinya, sehingga ia tidak bisa berjalan dan hanya bisa merangkak.
Namun bersyukur ketika Zhuancheng dibuang begitu saja, ia ditemukan oleh pria bernama Ding Jinshuan yang sekarang menjadi ayah angkatnya. Ketika Jinshuan melihat bayi berusia 1 tahun terlantar dan tidak ada orangtua yang merawatnya, tergeraklah hatinya untuk merawat dan membesarkan bayi itu.
Sekarang Zhuancheng sudah tumbuh besar, sehat, dan bahagia. Meskipun ia tidak bisa berjalan, tapi ia tetap bisa bekerja dan bisa menghasilkan banyak uang.

“Selama saya masih diberi kesempatan untuk hidup, aku akan membahagiakan ayah angkatku!”
Kini dengan uang yang ia dapatkan, Zhuancheng membangun rumah baru untuk ayahnya. Bukan hanya rumahnya saja, tetapi perabotan rumah pun juga dibelikan yang baru.
Sang ayah juga menyadari saat pertama kali melihat Zhuancheng, bahwa di bokongnya terdapat sebuah ekor kecil.
“Banyak tetangga yang menyuruhku membuang anak sial ini, karena bertahan hidup di gunung dan masih mau merawat anak cacat bukanlah perkara yang mudah. Tapi aku tetap mengikuti hati nurani untuk merawatnya”
Zhuancheng juga bekerja membantu ayahnya mengelola ayam. Dan uang yang selama ini Zhuancheng dapatkan, ia tabung guna bisa membelikan rumah untuk ayahnya.
“Ketika hujan, rumahku bukan hanya sering bocor, tapi ambruk! Itu yang menyebabkan aku dan ayah sering tidak punya tempat tinggal yang layak. Dan dari sana aku komitmen untuk rajin kerja dan menabung, demi bisa membelikan rumah untuk ayah” kata Zhuancheng
Setelah kisah hidup Zhuancheng terekspos media, banyak netizen yang tersentuh dengan kisah hidupnya:
“Karena semua sempurna di mata Tuhan, jadi belajarlah tidak membeda-bedakan orang, apalagi orang cacat!”
“Aku saja yang terakhir normal, masih belum bisa membelikan apa-apa untuk orangtuaku!”
“Berdoa semoga Zhuancheng dan ayah bisa hidup sehat, bahagia, dan rukun selalu. AMIN!”
Mari kita simak cuplikan videonya di bawah ini:
Sumber: UCNews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidur Sembarangan di Tempat Tak Biasa Itu Memang Asyik, 10 Foto Kocak Ini Jadi Buktinya!

Cara Mengatasi Masalah Sinyal Hilang pada Hp Android

5 Situs Belajar Coding Bahasa Indonesia untuk Pemula (Rekomendasi)